Grazie, Jack Bonaventura

Saat AC Milan dibeli oleh pengusaha kere asal Cina Li Yonghong, ia menugaskan Marco Fassone untuk melakukan pembelian pemain. Dengan modal lebih dari 200 juta euro, Fassone rupanya membeli kucing dalam karung. Saat itu, tidak ada pembelian Milan yang bermain sepenuh hati, dan sepertinya hanya bermain untuk menambah daftar CV mereka. Hanya 2 pemain yang mencurahkan diri untuk Milan sepenuhnya tiap kali mereka diturunkan: Gigi Donnarumma dan Jack Bonaventura.

Giacomo Bonaventura (Yerma Artwork)

Bonaventura selalu bermain dengan antusiasme tinggi. Sepertinya tertular Filippo Inzaghi ketika ia datang ke Milan tahun 2014. Antusiasme Jack akhirnya tertular pada Patrick Cutrone yang pada masa Li Yonghong mulai dimainkan oleh pelatih Gennaro Gattuso.

Tadi malam, Jack memainkan pertandingan terakhirnya. Rupanya tak ada kesepakatan antara Milan dan Mino Raiola, sang agen yang mewakili Bonaventura. Milan di bawah Gazidiz juga tengah melakukan peremajaan. Posisi Jack sepertinya akan diisi Saelemaekers.

Saya termasuk yang ingin Bonaventura bertahan. Di masa sulit Milan saat ini, tidak banyak pemainnya yang bisa dikenang selain Jack, Donnarumma, dan capitano Alessio Romagnoli. Sayang Jack hadir di masa kantong kresek begitu digdaya dan di Copa Italia Milan sering nyaris menjadi juara.

Grazie, Jack @jackbonaventura

Leave a Comment

%d bloggers like this: