Image

24 Oktober 2010

Sejak pertama saya dapat informasi tentang daerah mana yang akan ssaya tinggali, saya menyiapkan diri untuk segala kondisinya. Yang selalu saya ingat, saya diinformasikan tidak akan mendapat listrik dan sinysl HP.

Untuk sinyal, Ternyata tidak menjadi kenyataan. Di lingkungan tempat tinggalku, saya mendapat 5 balok sinyal, yang artinya sangat kuat. Walaupun tidak semua area yang dilintasi jalan menuju ke tempat tinggalku di lapangan memperoleh sinyal.

Untuk listrik, ini yang hampir jadi kenyataan. Kecuali jam 6 sore sampai 10 malam, listrik benar-benar tidak mengalir.

Pada jam-jam itu, rumah biasanya dialiri listrik dari genset. Untuk 4 jam itu, keluarga harus menghabiskan 2 liter bensin. Jika ditotal tiap malam dikalikan 30 hari dan 9000 rupiah, keluarga mengeluarkan 270 ribu. Jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan apabila listrik PLN telah mengaliri daerah ini.

Malam ini, setelah genset mati, tiap ruangan hanya diterangi lampu tempel. Salah satunya di kamarku.

Satu hal yang sudah sangat lama tidak kualami. Lampu tempel dan suasana jangkrik dan hewan malam, di malam yang benar-benar sepi.

Di kota mungkin suasana sepi juga ada. Tapi, mencari suasana dengan bunyi jangkrik dan hewan malam, memang hanya bisa dedapatkan di desa. Plus ditambah hawa dingin yang sepertinya bisa kurasakan turun menyelimuti tanah.

Saya teringat suasana di Kaligesing, Purworejo. Malam-malam setelah kami menelusuri gua, kami tidur setelah bersih-bersih walaupun hanya di dipan dan kursi yang keras. Tidur yang tidak lama pun cukup berkualitas. Suasana malam yang sepi, dan udara dingin, jadi satu kombinasi mengembalikan stamina dan mengakhiri kelelahan.

Sepi, dingin, dan malam. Kombinasi ini menghasilkan ketenangan, kedamaian, dan rasa syukur. Mungkin aku tidak juga akan merasa bahagia jika harus seumur hidup di tempat seperti ini. Tapi, untuk kesempatan yang ada seperti ini, tetap ingin aku syukuri dan nikmati. Karena tidak semua orang yang pernah merasakan hiup dan besar dikota mau merasakan kondisi seperti ini. Dan, kalaupun mereka mau, belum tentu mereka mendapatkan hal yang seperti ini.

 

Mengenang perjalananku di Nias

 

Iklan