Hanya sebuah kerai yang memisahkan dapur dan tempat mandi di rumah saya tinggal selama home stay di desa Lombozaua, Nias Utara

 

23 November 2010

Kami sarapan pagi dengan nasi, sayur kacang panjang, dan ikan kering yang kubawa dari Gunung Sitoli. Jangan dibayangkan apa yang kami makan berlebihan .

Saya mengambil sepiring nasi, 2 sendok sayur  (yang mungkin hanya 10 batang kacang panjang yang dipotong-potong 5 cm), dan 2 ikan kering seukuran jempol.

Seumur-umur saya makan, baik di rumah, di warungm dan di lapangan, ini yang paling unik. Lauknyam plus sayurnya paling sedikit.

Saya ingin makan ikan asinnya banyak, tapi kupikir, kalau saya makan banyak, apa yang akan dimakan keluarga ini sampai makan malam nanti?

Soalnya semalam saya perhatikan, lauk yang kami makan sama dengan yang kami makan pagi tadi, diletakkan di piring yang sama. Memang, masih ada persediaan karena makan siang saya dan rekan yang mendampingi saya tidak di rumah.

Saya ingin merenungkan dan bersyukur untuk hari ini, dan apa yang akan saya alami di sini. Saya ingin bersyukur dengan apa yang saya miliki, yang mungkin saya anggap selama ini kurang, tapi sama sekali tak pernah terlintas dalam pikiran keluarga dan penduduk di sini.

Sebenarnya, saya yakin persediaan lauk dan sayur yang saya bawa dari kota tidak akan cukup. Mungkin paling lama bisa dipakai untuk 5 hari. Soalnya, selain saya, ada 6 anggota keluarga lainnya yang juga makan. Bahkan beras yang 20 kg pun saya piker tak akan cukup.

Saya ingat perkataan temanku disini, “Saat dia melihat teman-temannya yang sudah jalan-jalan keluar negeri, aku bisa mensyukuri apa yang aku punya saat aku melihat orang-orang yang punya banyak keterbatasan dariku.”

Saya berefleksi dari kata-kata itu. Ya, saat saya melihat keluarga yang tidak memiliki banyak pilihan makanan saat makan, dengan kondisi rumah yang jauh dari layak, tapi masih bersemangat untuk menjalani hidup dengan penuh syukur, saya tergelitik untuk mensyukuri kecukupan dan anugerah yang Tuhan sudah berikan untukku.

 

Kenangan selama di Nias

Iklan