Ilustrasi halusinasi (http://withfriendship.com)

Sebanyak 100 ribu orang Inggris mengalami sindrom Charles Bonnet. Penderitanya akan mengalami pengalaman-pengalaman halusinatif sehingga nampak seperti penampakan-penampakan misterius.

Salah satunya Doris Lines, wanita 85 tahun asal Birmingham, Inggris. Reader’s Digest menulis, suatu malam, Doris yang telah mengalami kebutaan selama enam tahun tiba-tiba bangun dan melihat kilatan cahaya yang tampak seperti kilatan kartu yang berjatuhan. Dala penglihatannya, tampak seorang perempuan yang berpakaian inah melayang di udara. Muncul juga wajah pria yang muncul tanpa tubuh. Ia makin heran saat melihat ada seseorang yang duduk di ranjangnya.

Ia lalu memeriksakan diri ke dokter. Sang dokter menyimpulkan : “Anda sebaiknya menjalani tes dimensia.”

Jawaban seperti itu kerap diterima oleh penderita Sindrom Charles Bonnet. Pengidapnya memilih menderita diam-diam. Mereka takut menceritakan hal itu ke dokter karena takut dianggap kehilangan akal seperti Doris. “Aku tidak sakit jiwa, tapi hal ini sangat menakutkan,” kata Doris seperti dituliskan RD.

Dosen klinis senior di Institut Psikiatri Rumah Sakit King’s college, London, Dominic Ffytche mengatakan halusinasi seperti yang dialami Doris¬† sebagai respon normal oak akibat kehilangan masukan dari mata. Para penderita sindrom itu memang memiliki penyakit mata yang serius, termasuk diabeter retinopati, degenerasi makula dan katarak. Kabar baiknya, halusinasi akan menghilang setelah beberapa lama. Untuk mempercepat prosesnya, juga tersedia pengobatannya. Mungkin, bagi para dokter, perlu lebih cermat untuk tidak segera menyimpulkan pasiennya, yang mengalami gangguan penglihatan, sebagai orang yang sakit jiwa saat melaporan halusinasi yang dilihatnya.

Sumber: Reader’s Digest Indonesia

Iklan