* Tulisan mentah dari rilis BMKG Stasiun Bandara Hang Nadim Batam

PENDAHULUAN

Angin kencang dan hujan lebat yang terjadi di wilayah Batam pada pukul 19.40 UTC – 23.00 UTC mengakibatkan beberapa baliho danpohontumbang. Berdasarkan data pengamatan jumlah curah hujan yang tercatat dalam tempo satu jam berjumlah 34mm. Sesuai standa roperasional prosedur BMKG mengenai cuaca ekstrem ini termasuk kategor icuaca ekstrem karena melebihi 2 0mm/jam.

Pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb)dimulai pada pukul 19.35 dengan pergerakan berasal dari barat laut menuju tenggara. Angin permukaan bertiup dari arah Barat Daya dengan kecepatan rata-rata 18 knot diikuti dengan gusty (angin kencang secara tiba-tiba) dengankecepatan 30 knot. Tekanan udara mengalami perubahan pola yang sebelumnya pada pukul 19 UTC tekanannya 1006 mb kemudian menjadi 1008 mb pada pukul 20 UTC. Hal ini berbarengan dengan munculnya awan Cb dan pada jam-jam selanjutnya terus mengalami penurunan tekanan. Suhu pada jam 19 UTC adalah 28.6⁰C dan turun drastic sebesar 5.4⁰C pada jam 20 UTC menjadi 23.2⁰C. Kelembapan Udara pada pukul 19 UTC sebesar 87% kemudian naik menjadi 96% pada pukul 20 UTC, kemudian turun kembali menjadi 90 % pada jam 21 UTC dan tidak terjadi perubahan hingga pada pukul 23 UTC. Untuk lebih jelasnya aka ndiuraikan dengan menggunakan data dukung dibawah ini.

Streamline

New Picture

 

New Picture (1)

Menurut data prakiraan BMKG untuk angin ketinggian 3000 feet, di wilayah Sumatera bagian Utara dan Kepualauan Riau(Batam khususnya), angin membentuk pola shear line (belokan) yang tajam.Pad apola ini biasanya massa udara yang melewati mengalami perlambatan kecepatan sehingga memicu banyak massa udara yang terkumpul didaerah tersebut. Hal ini berpotensi menumbuhkan awan-awan konvektif yang dapat menyebabkan terjadinya cuaca buruk.

Menurut data analisispada BoM (Berau of Meteorology Australia) untuk angin gradient (925mb) terlihat adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) di sekitar wilayah Kepulauan Riau.Hal ini memicuter bentuknya awan-awan konvektif penyebab cuaca buruk.

 

Angin lapisan permukaan

New Picture (2)

Angin lapisan 2500 ft

New Picture (3)

Angin lapisan 5000 ft

New Picture (4)Analisa angin yang didapat dari ASMC Regional Singapore diketahui bahwa angin pada lapisan permukaan, 2500ft, dan 5000ft diketahui arah angin untuk wilayah Sumaetra mengalami pola belokan angin yang cukup tajam dimana anginnya bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut sedangkan diwilayah Kepulauan Riau anginnya dominan bertiup dari arah selatan. Hal ini mengakibatkan adanya daerah pertemuan angin disepanjang wilayah Sumatera bagian Utara. Daerah pertemuan angin tersebut menyebabkan adanya pertumbuhan gugusan awan CB yang memanjang hingga wilayah Selat Malaka kemudian bergerak keselata nsampai ke wilayah Batam.

 

New Picture (5)

New Picture (6)New Picture (7)New Picture (8)New Picture (9)New Picture (10)New Picture (11)New Picture (12)New Picture (13)New Picture (14)New Picture (15)New Picture (16)

Berdasarkan citra satelit MT-SAT diketahui bahwa terjadi pertumbuhan awan CB dimulai di wilayah Riau daratan mulai pukul 12.32 UTC yang kemudian pertumbuhannya terus membesar dan bergerak menuju wilayah Kepulauan Riau hingga pukul 22.32 UTC. Pertumbuhan awan ini membentuk gugusan awan CB (squall line) di sepanjang Riau hingga Semenanjung Malaysia. Di mana fenomena ini menyebabkan hujan lebat yang disertai angin kencang di wilayah Batam.

Radar Cuaca

New Picture (17)

Berdasarkan citra RADAR Singapura pada pukul 02.50 WIB, terlihat kumpulanawan Cb berada di sebelah Barat Daya Pulau Batam dan selanjutnya meluas keseluruh wilayah Batam. Hal ini menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang juga disertai angin kencang. Hujan yang terjadi merata di seluruh wilayah di Pulau Batam.

KESIMPULAN
• Hujan lebat yang disertai angin kencang di Pulau Batam terjadi pada tanggal 12 Juni 2014 pukul 02.40 WIB terjadi akibat adanya gugusan awan Cb.
• Awan Cb mulai tumbuh di wilayah Riau daratan dan bergerak memasuki wilayah Kepulauan Riau (Pulau Karimun dan Pulau Batam) pada pukul 02.30 WIB
• Hujan yang tercatat di Stamet Hang Nadim pada pukul 04.00 WIB sebesar 34.0 mm
• Arah angin yang bertiup saat kejadian dominan dari arah Selatan hingga Barat dengan kecepatan angin rata-rata 18 knot dan kecepatan maksimumnya mencapai 30 knot.

 

 

Iklan