Hari ini jadi hari yang mengesalkan. Saya datang ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam di Sekupang untuk mengamati perkembangan rapat pertama penentuan Upah Minimum Kota Batam tahun 2015. Tak lama setelah sampai, saya bertemu dengan seorang aktivis serikat buruh yang datang bersama dengan beberapa anggota. Usai ngobrol singkat, saya meluangkan waktu untuk memotret sebuah komplek yang berada di lembah samping komplek kantor Disnaker.

Setelah saya mengambil beberapa gambar, saya melihat lensa 18-105 mm yang saya gunakan. Saya kaget ketika melihat ada yang kaca yang pecah pada lensa. Awalnya saya mengira itu lensa. Tapi segera saya sadari itu hanya filter.

DSC_1461 copy

 

Filter  UV 67 milimeter ini saya beli sepaket dengan lensa seken dari seorang kenalan dari Tanjungpinang. Saya tidak tahu mengapa bisa pecah. Awalnya saya mengira karena benturan saat di dalam tas punggung (tas punggung saya bukan tas khusus kamera). Tapi saya agak ragu karena lens cap masih melindungi lensa dan filter itu. Yang jelas, sesuatu menekan filter itu sehingga kacanya pecah.

Saya kemudian melihat beberapa gambar sebelum sadar filter itu pecah. Ada ‘efek’ retak di gambar yang dengan zoom dekat.

 

DSC_1446 copy

 

Tapi saat zoom jauh, efeknya hilang.

 

DSC_1451 copy

DSC_1450 copy

 

 

Saya kemudian mengganti dengan lensa fix 50 mm yang juga saya bawa. Terbatas, tapi saya sekalian belajar soal keunggulan dan kekurangannya. Ada dua foto yang saya suka setelah mengganti lensa itu.

 

DSC_1466 copy

DSC_1512 copy

 

Saya perlu segera mencari filter baru untuk melindungi lensa zoom. Namun, untuk reporter yang pengeluaran bulanan perlu ditekan seketat-ketatnya, pengeluaran mendadak seperti ini bakal jadi masalah.

 

Salam

 

Eky Santiago

 

Iklan