TURKEY. Istanbul. 2001. View from a barbershop near Taksim Square. © Alex Webb/Magnum Photos

 

Fotografer Alex Webb terkenal dengan pernyatannya soal fotografi jalanan. “Dalam jenis fotografi ini, 99,9 persen adalah kegagalan,” kata Alex dalam berbagai kesempatan.

Dalam sebuah workshop di Singapura, Alex bersama istrinya, fotografer Rebecca Noris-Webb, bercerita tentang salah satu foto terkenal dari buku foto kompilasinya Suffering The Light.

Foto itu sangat kental dengan karakter foto-foto Alex, karena penuh dengan lapisan (multi layer) yang rumit. Banyak yang bilang, kemampuan Alex dalam mebuat foto-foto seperti ini karena ia termasuk fotografer jenius lulusan Universitas Harvard.

Dalam perjalanannya di Istanbul, Alex menyempatkan diri mendatangi tukang cukur. “Ia juga harus mencukur rambutnya,” kata Rebecca.

Setelah urusan mencukur rambut selesai, Alex tertarik dengan cermin di tempat cukur itu. Pantulannya menciptakan banyak elemen yang dapat ia masukkan dalam fotonya. alex kemudian menjepret selama beberapa waktu.

“Saya mengambil bukan hanya dari sisi ini. Tapi dari berbagai sisi,” kata Alex.

Seorang peserta workshop kemudian bertanya, berapa kali ia menjepret kamera leicanya sampai mendapat gambar ini?

Sempat tidak paham dengan pertanyaan sang penanya, Alex kemudian menjelaskan.

“Saya di sana sekitar setengah jam dan menghabiskan lima rol. Ya itu sekitar 150 eksposur dan saya memilih ini yang terbaik,” kata Alex. Sebenarnya untuk rol isi 36, ia melakukan 180 jepretan.

Reaksi para peserta workshop pun menunjukkan kekaguman. Barangkali sama seperti saya, mereka mengira Alex hanya menjepret kameranya sebanyak 5-10 kali. Tak ada yang mengira ia menghabisakan 5 rol kodakchrome. Bahkan dalam era digital, banyak yang tidak akan menjepret sebanyak itu di sebuah lokasi atau situasi. Namun, Alex melakukannya karena ia percaya 99,9 persen fotografi jalanan adalah kegagalan. Jadi ia memotret sebanyak-banyaknya. (Soal ini, mungkin ia akan bertengkar dengan minimalis seperti John Free)

“Ada kalanya situasi memungkinkan kita untuk memotret dengan nyaman dan kita memotret sebanyak-banyaknya. Tapi ada juga situasi dimana kamu hanya bisa membuat tiga gambar kemudian pergi. Barangkali orang di sana kesal, dan mereka akan memukulmu,” ujar dia.

Kembali pada jargon andalannya, saya mencoba menghiting berapa persen kegagalan Alex dalam membuat foto di tempat cukur di Istanbul ini. Menggunakan matematika sederhanya (1/180)*100% saya mendapatkan angka keberhasilan Alex sebesar 0,55. Ah tampaknya Alex Webb sudah mulai berhasil memperkecil tingkat kegagalannya dari 99,9 persen menjadi 99,45 persen.

 

Berikut link youtube membahas foto tersebut:

Iklan