Saya tidak banyak melakukan perjalanan atau travelling. Makanya, saya tidak tertarik menulis indentitas saya sebagai traveller. Tidak layak juga sebenarnya.

Barangkali, saya lebih cocok disebut sebagai anak rumahan yang hanya berkutat di kota tempat saya tinggal. Saya lebih senang mendapat informasi dari bacaan atau televisi ketimbang merasakannya sendiri.

Mungkin, itu kelainan. Namun, tiap orang punya My Trip My Adventure nya sendiri-sendiri.

Kebanyakan perjalanan saya didorong karena pekerjaan atau kegiatan. Inisiatif perjalanan yang saya ambil sendiri adalah saat pulang kampung. Selebihnya, saya pergi ke suatu tempat karena kegiatan saat mahasiswa atau tugas kantor.

Salah satu tugas masih berkesan bagi saya adalah saat saya mengikuti Manajement Training Wahana Visi Indonesia. Saya mendapat penugasan ke Nias bersama dua teman seangkatan di MT. Teman-teman lain disebar ke Kalimantan, Papua, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur.

Akhir dari manajemen trainee sendiri tak berkesan bagi saya karena saya tak jadi bekerja bersama dengan organisasi tersebut. Namun dua bulan berada di Nias, lima tahun lalu, menjadi salah satu pengalaman berkesan bagi saya.

Kesan dan kesenangan itu yang saya ingin gambarkan lewat kamera. Namun, saya tidak bisa katakan foto-foto yang saya ambil adalah bagian dari fotografi dokumenter.

Ketika saya mengambilnya, saya tak memikirkan apa-apa. Mengikuti prisip fotografer Swedia Anders Petersen, saya saat itu merekam citra didorong karena keinginan perut, dan saya tidak banyak berpikir.

Barangkali baru beberapa hari ini saya memikirkan kembali foto-foto itu saat mengeditnya dan memprosesnya menjadi apa yang nyaman bagi saya. Ya, bagi saya karena ini merupakan foto-foto personal seperti yang dulu sering saya cetak dan pasang di dalam album. Saya juga tak mendapatkan tekanan dari editor yang menginginkan foto seperti apa. Semua semata-mata adalah kepuasan personal.

Saya ingin membagikan pada anda bagaimana saya melihat Nias selama dua bulan itu. Barangkali ini bukan hal yang memuaskan bagi anda yang penggemar foto-foto lanskap bercita rasa tinggi. Atau, anda yang gemar dengan fotujurnalistik atau foto dokumenter akan mencemooh karena gambar-gambar ini tak bercerita.

Pada akhirnya, bagi saya memotret adalah sebuah terapi. Menekan tombol rana merupakan suatu kesenangan dan kebahagiaan.

 

Eky

Album foto Nias dapat dilihat di sini.

Iklan