Saya menggunakan Alamy untuk memasarkan foto-foto saya sejak bulan September tahun lalu. Namun sejak Oktober, tidak banyak yang saya upload ke situs tersebut karena saya lebih banyak mengunggah foto ke Pacific Press.

Sebenarnya saya masih memasukkan sedikit demi sedikit foto ke Alamy namun tidak rutin setiap minggu. Saya lebih fokus untuk mencari cerita atau feature yang bisa saya masukkan ke Pacific Press.

Namun berhubung kondisi internal Pacific Press yang bermasalah, saya berhenti mengupload ke agen tersebut. Beberapa fotografer Pacific juga sekaran banyak yang pindah ke Nur Photo. Saya sendiri memilih kembali fokus ke Alamy.

Satelah saya pikir-pikir, Alamy lebih cocok dengan diri dan karakter fotografi saya yang senang memotret apa saja terutama fotografi jalanan atau foto candid yang sering konyol. Foto-foto seperti itu sulit diterima oleh microstock dan hanya dihargai murah oleh Eyeem. Namun Alamy memberikan tempat untuk foto-foto seperti itu.

Sejak akhir April, saya rutim mengupload 10 gambar per minggu. Memang jumlahnya sedikit karena dalam bidang foto stok 80 persen waktu habis di depan komputer untuk mengerjakan judul, deskripsi, dan terutama keyword. Selain itu saya juga menargetkan menunggah 10 foto di situs-situs microstock yang karakternya berbeda dengan Alamy.

Kini dengan fasilitas embed dari Alamy, saya bisa mengoneksikan portofolio saya yang ada di Alamy. Ya langsung ke halaman foto-foto saya tanpa harus ke halaman depan Alamy kemudian menuliskan ‘Yermia Riezky’ di kotak pencarian (meski itu tetap bisa dilakukan).

Caranya tinggal klik logo atau tautan di bawah ini dan mencari foto satu per satu atau dengan menuliskan kata kunci yang diinginkan. Saat ini portofolio saya masih sebanyak 570-an. Fotografer senior di situs ini mengungkapkan pernjualan rutin setiap bulan akan muncul jika portofolio kita telah mencapai minimal 2000-3000 foto.

Namun meski jumlah portofolio yang masih kecil, saya beruntng bisa mendapat satu penjualan bulan lalu. Sebuah penerbit buku membeli satu foto karanaval budaya di Makassar seharga 75 USD.

 

Stock photography by Yermia Riezky Santiago at Alamy
Stock photography by Yermia Riezky Santiago at Alamy

Iklan