Kapten Portugal Cristiano Ronaldo mengacungkan tinju ke udara setelah lagu kebangsaan Portugal ‘A Portuguesa’ selesai dinyanyikan dalam laga Euro 2016 antara Portugal kontra Austria. Aksi itu merupakan bentuk kebanggaan Ronaldo setelah dirinya mampu memecahkan rekor Luis Figo sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk tim nasional.

Laga itu menjadi pertandingan ke-128 Ronaldo dan ia ingin merayakannya dengan kemenangan. Ya, menang menjadi harga mati untuk membuka kesempatan Portugal lolos ke babak 16 besar setelah di laga perdana Grup F mereka hanya bermain imbang 1-1 melawan Islandia.

Portugal seperti biasa memainkan kualitas teknik yang membuat mereka dikenal sebagai ‘Brazil-nya Eropa’. Keunggulan teknik Ronaldo cs hanya bisa digempur dengan pertahanan kokoh Austria.

Austria bukannya tak ingin menang. Di pertantingan pertama nasib David Alaba dan kawan-kawan lebih parah karena harus mengakui keunggulan Hungaria 2-0. Jadi, sama dengan Portugal, kemenangan pun jadi target utama bagi Austria.

Pertandingan itu berlangsung ketat meski Portugal unggul dalam penguasaan pertandingan. Namun, yang menjadi sorotan dalam laga itu tetaplah Ronaldo.

Ronaldo banyak disorot usai mencibir kegembiraan pemain Islandia kala menahan seri Portugal. Saat itu Ronaldo menyindir reaksi pemain Islandia bak sudah memenangkan Piala Eropa.

Kesialan rupanya belum mau terbang dari Ronaldo. Di tengah harapannya merayakan rekor dengan kemenangan dan, kalau bisa mencetak gol, Ronaldo malah harus mengalami nasib sial setelah tendangan penaltinya membentur tiang kanan gawang Austria.

Portugal tampaknya bakal menikmati tren gol di 10 menit terakhir yang marak terjadi selama Euro 2016. Ketika kapten Ronaldo mengambil ancang-ancang, para pendukung Portugal berharap Ronaldo menduplikasi gol penentu ketika Real Madrid mengalahkan Atletico lewat adu penalti di final Liga Champions Mei lalu.

Sayang, bola sepakan Ronaldo membentur tiang kanan dan melambung ke kanan kotak penalti Austria. Sambutan pemain Portugal hanya berakhir dengan goal kick.

Mendekati akhir pertandingan, sundulan Ronaldo akhirnya bisa menggetarkan gawang Robert Almer di menit 86, namun sial, hakim garsi mengangkat bendera tanda offside.

Ronaldo mengeksekusi penalti ke gawang Austria pada Sabtu (19/6) malam.

Kiper Austria Robert Almer bergerak ke arah yang salah, namun tendangan penalti Ronaldo membentur tiang kanan gawang Austria. 

Ronaldo tak bisa menyambunyikan kekecewaannya usai gagal mengeksekusi penalti ke gawang Austria.

Kapten Portugal Cristiano Ronaldo menutup wajahnya dengan tangan setelah gagal mengeksekusi penalti dalam laga melawan Austria.

 

Kepada situs resmi UEFA Ronaldo mengaku bangga bisa memecahkan rekor Luis Figo di usianya yang ke-31. Namun ia tak bisa menyangkal kesedihannya karena acara pemecahan rekor itu berjalan tak sesuai harapannya.

“Kami memiliki banyak kesempatan dan kami bermain dengan baik, namun kami tidak mampu mengakhirinya. Saya juga melewatkan sejumlah kesempatan, sebuah penalty dan peluang lainnya. Namun ini bagian dari sepakbola,” kata Ronaldo.

“Kami harus terus yakin, dan sekali lagi terima kasih untuk para pendukung Portugal yang datang kemari dan mereka yang mendukung kami di manapun. Saya yskin Portugal akan memberikan penampilan terbaik di pertandingan berikutnya,” Ronaldo menambahkan.

Cristiano Ronaldo mampu menjebol gawang Austria, namun ia lebih dulu terperangkap offside.

Lompatan yang tinggi dan sundulan yang terarah menjadi salah satu senjata Cristiano Ronaldo. Namun gol dari sundulannya ke gawang Austria dianulir karena offside.

Cristiano Ronaldo tak bisa menutupi kekecewaannya setelah golnya ke gawang Austria dianulir wasit.

Penampilan Ronaldo dalam dua pertandingan pertama Euro 2016 mengingatkan kita pada penampilannya di Piala Dunia 2014. Sempat digadang-gadang akan membawa Portugal melaju jauh usai memenangkan Liga Champions bersama Madrid, penampilan Ronaldo malah terjun bebas. Akibatnya Portugal gagal lolos dari penyisihan grup setelah disingkirkan Jerman dan Amerika Serikat.

Media Inggris The Guardian menganalisis, permainan Ronaldo mulai menurun saat Madrid mengalahkan Manchester City di semi final Liga Champions musim lalu. Terbukti saat laga final di San Siro Ronaldo tak mampu menunjukkan permainan terbaiknya meski menjadi penentu kemenangan Real lewat tendangan penaltinya.

Menjadi tumpuan Portugal sejak Euro 2004 sepertinya bukan perkara mudah bagi Ronaldo. Ia memang sanggup mengantar Portugal ke final Euro 2004, Piala Dunia 2006, dan semi final Euro 2012. Namun di Brazil 2014 dan perjalanan awal Prancis 2016 Ronaldo seperti kehilangan taji.

Ronaldo tertunduk lesu diantara dua pemain Austria dalam laga yang berlangsung Sabtu (19/6) malam.

Seorang penonton menerobos lapangan dan mengajak Ronaldo selfie. Sang pemain menerima ajakan itu namun tindakannya berbuah sanksi dari UEFA untuk Portugal.

Dalam laga terakhir, Portugal akan menghadapi pemimpin klasemen Hungaria. Kemenangan akan membawa Portugal memimpin klasemen dan lolos ke babak 16 besar. Sementara hasil seri atau kalah akan menyingkirkan Portugal dari turnamen. Ronaldo pun berharap nasib baik agar ia bisa melupakan kegagalannya di laga versus Austria. Ia juga memohon doa dan dukungan dari warga dan pendukung tim nasional Portugal.

“Kami, para pemain, perlu berpikir kemungkinan masih ada. Jika kami menang, kami lolos. Juga bagi warga Portugal, dan orang-orang yang mencintai Portugal, mereka juga harus yakin,” ajak Ronaldo.

“Nasib buruk tak berlangsung selamanya, jadi kami harus yakin segalanya akan lebih baik,” ujar dia.

Iklan