Sekitar 98 warga tewas dan 800 lainnya cedera akibat badai dan tornado yang menerjang provinsi Jiangsu di Cina.

Kerusakan itu terjadi setelah angin dengan kecepatan mencapai 125 km per jam menerjang daerah dekat kota Yangcheng yang berjarak beberapa jam berkendara dari Shanghai ke utara pada Kamis pagi.

Warga berjalan di tengah reruntuhan bangunan di wilayang Funing, Kota Yangcheng, Cina Selatan.

Seorang wanita duduk di depan reruntuhan rumahnya yang hancur akibat tornado di Kota Yangcheng, Cina bagian selatan.

Cuaca ekstrim tengah menerjang kota berpenduduk tujuh juta jiwa itu. Meratakan rumah-rumah, menumbangkan tiang-tiang listrik dan menjungkirbalikkan banyak kendaraan.

Curah hujan musim panas yang lebih tinggi dari normal di wilayah Cina bagian selatan telah menciptakan salah satu badai dan tornado terparah di negara itu dalam setengah abad terakhir.

Badai dan tornado menungkirbalikkan mobil-mobil di kota Yangcheng dan merubuhkan nyaris seluruh bangunan.

Nyaris setengah dari korban luka mengalami cedera serius. Kondisi itu mendorong Presiden Cina memerintahkan operasi pencarian secara penuh. Media setempat menyebut bencana tersebut merupakan bencana terburuk yang melanda Jiangsu. Tak hanya itu, tornado itu merupakan salah satu yang terburuk yang melanda Cina dalam setengah abad terakhir.

Kepala Satuan Pemadam Kebakaran Provinsi Jiangsu, Xhou Xiang mengatakan pencarian korban dan warga selama yang tertimbun di reruntuhan telah selesai. Kini warga kota sedang membersihkan puing-puing reruntuhan yang berserakan di seluruh kota.

Tentara Republik Rakyat Cina membantu evakuasi dan pembersihan puing-puing di kota Yangcheng yang diterjang badai dan tornado.

Warga kota Yangcheng mengumpulkan barang-barang yang dapat diselamatkan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur karena badai dan tornado pada Kamis pagi.

Wilayah Cina bagian selatan umumnya dilanda Banjir setiap musim penghujan pada musim panas. Namun pada musim panas tahun ini,curah hujan sangat tinggi. Tingginya urah hujan telah menciptakan kerusakan di sejumlah wilayah. Awal minggu ini, banjir di wilayah selatan tercatat menewaskan 22 orang dan 20 lainnya masih hilang.

 

Sumber: Reuters

Iklan