FRANCE. Provence. Town of Le Brusc. Pool designed by Alain CAPEILLERES. 1976.
FRANCE. Provence. Town of Le Brusc. Pool designed by Alain CAPEILLERES. 1976.

Martine Franck merupakan salah satu fotografer wanita legendaris. Ia terkenal sebagai fotografer dokumenter yang kerap memotret sejumlah tokoh kebudayaan pada paruh kedua abad 20.

Beberapa tokoh yang pernah dipotret oleh Franck adalah pelukis Marc Chagall, filsuf Michel Foucault, dan pelukis Seamus Heaney. Namun karya-karya Franck yang paling dikenang adalah saat ia mendokumentasikan kehidupan biarawan Budha di Tibet, orang-orang tua di Prancis, dan warga berbahasa Galia yang terisolasi.

Direktur Jederal Royal Photographic Society Michael Pritchard menilai gambar-gambar yang dibuat oleh Franck mampu merekam ekspresi subyeknya. Gambar-gambar tersebut menunjukkan emosi orang-orang yang difoto.

“Ia membantu orang yang melihat foto-fotonya untuk merasakan kondisi subyeknya secara personal,” kata Prutchard.

Dari sekian banyak karya Franck yang dikenang, foto liburan keluarga di samping kolam renang di daerah Le Brusch Prancis adalah foto ikonik yang selalu melekat dengan Franck.

Foto itu tak hanya menggambarkan anggota sebuah keluarga yang bersantai di teriknya musim panas Prancis. Perpaduan momen yang diciptakan seluruh subyek di dalam gambar tersebut merupakan puncak dari sebuah momen yang oleh suaminya, fotografer dan pelukis legendaris Henry Cartier-Bresson disebut sebagai ‘The Decisive Moment’ atau momen yang menentukan.

Sejumlah elemen membantu foto Franck enak dinikmati. Garis-garis lengkung memperkuat komposisi yang cendering monoton jika hanya menampilkan subyeknya saja. Lapisan yang tercipta di foto itu menarik. Dan yang terpenting adalah momen yang muncul ketika dua orang bersantai dan pada latar depan dan lapis ketiga, sementara seorang pria di lapis kedua sefang mengangkat bokongnya saat melakukan posisi push up.

Dalam buku Magnum Contact Sheets, Franck menjelaskan saat itu ia sedang dalam penugasan untuk Foundation Nationale de la Photographie. Ia kemudian diajak oleh Pierre de Fenoyl melihat gaya warga Prancis saat menikmati liburan musim panas.

Dalam perjalanan, teman Franck, Alain Capeilleres meminta fotografer asal Belgia itu memotret kolam renang yang baru selesai ia bangun. Kolam renang itu dipersembahkan Capeilleres untuk sang istri.

“Seingat saya saat itu saya buru-buru mendapatkan gambar. Saya mengeset Leica M3, yang dipadankan dengan lensa 50 mm dan Kodak Tri-X, ke diafragma f-16 dan 1/1000. Sinar matahari yang memantul di keramik putih sangat menyilaukan,” ujar Franck.

“Saya ingat laki-laki di latar belakang sedang melakukan push up dan saya menunggu ia dalam posisi mengangkat tubuhnya. Saya hanya punya waktu mengambil empat jepretan lalu anak yang tidur di hammock berbalik ke arahku, dan KETIKA ITU, GAMBAR TERSEBUT LENYAP.”

Franck mengenang hal tersebut merupakan sebagai kesenangan membuat gambar secara spontan di lokasi. “Intuisi saya memerintahkan saya untuk segera memotret, namun sesaat kemudian komposisinya hancur dan gambar itu sudah tak ada lagi.”

Setelah membuat kontaknya, Franck mengamati bagaimana gambarnya berkembang. Pada akhirnya ia memilih gambar ini yang kemudian menjadi gambar yang sangat melekat pada karirnya.

Lembar kontak Martine Franck dari kolam renang Le Brusck
Lembar kontak Martine Franck dari kolam renang di Le Brusc

“Saya memilih gambar ini karena semua elemennya menyatu. Seluruh momen tidak bisa diulang dan hanya berlangsung sedetik. Itulah mengapa hanya gambar ini yang bisa digunakan dan hanya ada satu gambar.”

Iklan