Seekor trenggiling menggulungkan badannya. (Flickr Creative Commons)
Seekor trenggiling menggulungkan badannya. (Flickr Creative Commons)

Trenggiling merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi secara internasional. Populasinya di Asia dan Afrika tertekan akibat perdagangan gelap. Trenggiling menjadi komoditas kuliner yang sangat digemari di Asia Timur dan menjadi lambang kelas atas di masyarakat Cina dan Tiongkok.

Dari delapan spesies trenggiling, jenis trenggiling cina di Asia Timur dan trenggiling sunda di Indonesia merupakan jenis yang sangat terancam. International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan trenggiling dalam status Critically Endangered atau dalam kondisi kritis.

Sayang, meski nyaris punah di alam liar, upaya melindungi trenggiling masih jauh panggang dari api. Perdagangan produk trenggiling memang telah dilarang secara internasional, namun perdagangan gelapnya terus menjadi-jadi.

Saya merangkum data perkembangan dan menuliskan artikel terkait perdagangan gelap trenggiling ini dalam sebuah artikel di Medium dengan judul ‘Menyingkirkan Trenggiling Dari Dalam Piring‘. Semoga kisah ini bisa membantu kita semua untuk mengerti seperti apa kondisi spesies tersebut sekarang ini dan membantu kita untuk lebih peduli melindunginya sebelum benar-benar musnah dari dunia ini.

Link artikel

Iklan