img_20160916_161109

Salah satu yang menarik perhatian saya ketika ada orang tua di keluarga meninggal adalah peninggalannya. Bukan warisan dalam bentuk uang atau harta, namun saya sangat tertarik dengan buku catatannya.

Tidak semua orang tua meninggalkan berkas tertulis, tapi jika ada saya akan senang sekali.

Membaca sejarah keluarga dalam catatan yang kertasnya sudah berubah coklat dan ditulis dengan rapi khas orang-orang tua adalah satu hal yang menyenangkan. Saya mendorong kamu untuk mencoba dengan mencari catatan orang tua atau kakek nenek kamu.

Ketika ibu dari bapak meninggal bulan Februari lalu di Mangkutana, bapak membawa tumpukan catatan harian nenek dari tahun 1952. Itu harta yang tidak ternilai untuk saya. Ditambah lagi saya menemukan surat-surat korespondensi bapak dan orangtuanya dari tahun 1976-1979 ketika bapak masih di Bandung.

Catatan-catatan itu adalah bentuk bagaimana kakek dan nenek mencatat sejarah di sekitar kehidupan mereka. Tidak hanya saya, bapak juga mengakui ketekunan orang tuanya yang terus menulis catatan harian jelang kematiannya di usia 83. Bapak mengaku, ia bahkan tidak pernah membuat catatan harian.

Pagi tadi ketika saya merapikan kamar almarhum Opa, ayah dari ibu, saya menemukan catatan milik almarhum. Banyak hal yang saya temui di situ termasuk cara meramal mimpi yang membuat saya tersenyum.

Catatan opa tidak sedetil nenek di Mangkutana namun catatan berisi cara-cara pengobatan darurat dan cara menjaga kesehatan. Contohnya, saya menemukan bagaimana menangani luka jika digigit lipan atau cara membantu perempuan yang akan melahirkan.

Salah satu bagian yang ditulis opa adalah resep awet muda. Saya tidak tahu dari mana sumbernya, namun Opa tampak menulis dengan serius. Dalam dua catatannya yang saya temukan, ia menulis resep ini di dalam kedua buku. Ada 11 hal yang membantu kamu tetap awet muda. Sebelas hal itu, menurut opa sebagai berikut:

  1. Hadapi segala masalah dengan santai dan tenang tanpa melupakan masalah itu sendiri.
  2. Bersedih hati hangan sampai berkepanjangan. Carilan bahan pelipur dan menyibukkan diri sendiri.
  3. Jauhilah amarah, karena kemarahan memakan energi yang berpengaruh buruk terhadap fisik anda.
  4. Bila sesuatu dapat diselesaikan dengan ketenangan, mengapa harus dibarengi dengan ketegangan.
  5. Kedengkian dan iri hati berpengaruh buruk terhadap peredaran darah dan jantung anda.
  6. Hadapi orang marah dengan tenang, jangan masukkan ke dalam hati.
  7. Jangan mempedulikan hal-hal yang dilakukan orang lain, apalagi memvonisnya.
  8. Dunia ini berputar, bila anda sedang berada di bawah jangan purus asa. Ada saatnya pasti akan tiba anda naik ke atas. Tetapi bila anda sudah berada di atas ingat bahwa anda bisa jatuh.
  9. Terimalah penderitaan dengan pasrah dan takwa kepada Tuhan karena penderitaan selalu membawa hikmah suatu kebahagiaan.
  10. Jaga selalu fisik anda dengan olah raga dan senam.
  11. Jangan lekas merasa tua karena didibanding dengan hari esok anda sekarang masih muda.

Opa meninggal dalam usia 81 tahun pada 11 September lalu. Sebagai penganut Kristen, kami melihat usia itu adalah usia bonus, karena kitab suci menulis rata-rata usia manusia adalah 70 tahun. Apalagi opa bisa melewati dua kali stroke tanpa mengalami kelumpuhan.

Sementara oma saat ini berusia 74 tahun dan setelah menjalani chek up dua minggu lalu, tidak banyak indikator kesehatan oma yang melewati ambang batas.

Oma jago dalam pengobatan herbal. Ia menguasai dan mengetahui tumbuhan apa yang bisa digunakan untuk penyakit tertentu. Anak-anaknya percaya opa dan oma bisa tetap sehat dan segar di usia lanjut karena herbal.Tapi saya juga curiga, bisa jadi, usia dan kesehatan keduanya berasal dari resep awet muda di atas.

Iklan