photo-1458126901679-78072a11d734
CC Unsplash

Apakah kamu saat ini nyaman dengan pekerjaanmu? Barangkali setiap hari, dari pagi hingga sore kamu duduk menggerutu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tak memuaskan dan menyenangkan hatimu.

Belum lagi kamu harus mengatasi atasan yang menyebalkan dan sekumpulan teman kantor yang terus bergosip.

Lalu di sela-sela rutinitasmu kamu senang menuliskan curhat lewat blog pribadi dan mendapat banyak tanggapan dari pembaca. Tak sedikit bahkan menjadi pembaca setia blogmu dan selalu menuntutmu untuk menerbitkan tulisan baru.

Kombinasi dua hal betolak belakang itu mengantar ide cemerlang. Kamu mulai berpikir untuk meninggalkan pekerjaan yang menjemukan dan beralih menjadi tukang ngeblog lepas atau freelance blogger.

Aha… Tampaknya menyenangkan sekali, kamu bisa duduk bugil di sofa sambil menulis blog disusul uang mengalir ke rekeningmu. Di pojok lain otakmu, kamu membayangkan tengah berada di pantai dengan hamparan pasir putih, deburan ombak di laut berwarna biru muda, payung besar melindungimu dari sinar mentari dan kamu mengetak ngetik keyboard laptop sambil menyeruput air kelapa muda.
Tunggu.. sepertinya, bukan hanya kamu yang memiliki imajinasi liar seperti itu. Sebelum saya merasakan sulitnya bekerja sebagai penulis lepas, saya selalu memimpikan asyiknya bekerja di mana saja sesuka hati dan di akhir bulan rekening saya mendapat kucuran hingga delapan digit rupiah.

Susah..

Ya, kamu tidak salah baca.

Bekerja lepas tidak seperti yang ada di dalam bayangan liarmu. Kecuali jika kamu memiliki jaringan kuat yang mendorongmu dan bersedia membayarmu dengan harga yang tinggi, silahkan resign dari pekerjaan lamamu dan mulailah berbisnis sebagai seorang blogger.

Jika masih ragu dan belum ada tanda-tanda klien yang memiliki prospek cerah, urungkanlah. Kecuali kamu memiliki keberanian melebihi Bruce Wayne, silahkan.

Menjadi pekerja lepas layaknya menjalankan bisnis. Hanya, dalam hal ini anda mengerjakannya sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan seorang freelancer yang telah mapan mempekerjakan orang dalam timnya. Fotografer misalnya, memiliki tim yang bekerja sebagai asisten, pemasaran, dan manajer.

Sama halnya bisnis, mencari pelanggan adalah hal yang paling sulit. Pemasaran dan promosi menjadi bagian penting bagi seorang freelance blogger.

Kali ini saya mengajak kamu untuk belajar dari pengalaman Betsy Mikel, seorang penulis kopi (copywriter) dan blogger. Ia menjabarkan 10 langkah yang dapat dilakukan oleh siapa saja yang ingin terjun dalam bisnis blogging atau penulisan konten situs web.

Kita sama-sama belajar dari penjabaran Betsy karena saya juga baru meluncurkan usaha ini.

Saya menjalani freelance selama lebih dari setahun setelah mendapat klien dari teman. Namun saya merasa perlu mendapatkan klien baru dan hal itu mendorong saya untuk melakukan pemasaran. Seperti apa yang bisa kita lakukan, berikut saran-saran Betsy untuk anda dan saya.

1. Temukan minat

Dalam banyak tulisan, para penulis berpengalaman menyarankan kamu untuk mencari niche yang pas untuk blogmu. Secara harafiah niche berarti ceruk atau lekuk di tanah atau tembok. Saat membangun blog, kamu harus menentukan ceruk apa yang ingin kamu gali.

Salah satu pertimbangan utama dalam memilih niche adalah untuk meningkatkan jenis pengunjung datang ke blogmu. Misalnya, kamu memilih niche kesehatan, maka orang-orang sedang mencari info kesehatan besar kemungkinan akan datang berkunjung ke blogmu.

Jika kamu ingin mendapat uang lewat iklan di blogmu, menentukan niche adalah syarat utama. Kalau kamu tipe generalis maka kamu tidak akan mendapatkan banyak uang sebagai blogger lepas karena kamu tak akan menonjol ketimbang lainnya.

Di Indonesia sejumlah niche memiliki pengunjung yang banyak sehingga banyak yang mengambil ceruk-ceruk itu saat membangun blog baru.

Bagi saya, niche memang satu hal yang penting, namun yang paling utama adalah minatmu, apalagi jika kamu ahli dalam bidang tersebut. Minat dan konsistensimu dalam ngeblog di bidang tertentu akan membuat isi blogmu lebih bermakna dan kamu akan semakin ahli di bidang itu. Semakin tinggi keahlianmu maka nilai tawarmu akan semakin tinggi.

2. Buatlah blogmu sendiri

Jika kamu ingin terjun dalam bidang penulisan lepas, satu hal yang kamu perlukan adalah contoh tulisan atau portofolio. Saya beruntung memiliki sejumlah artikel saat bekerja di beberapa media sebagai portofolio. Saya juga menggunakan jasa Contently untuk mengumpulkan portofolio online.

Tanpa portofolio klien bakal memilih penulis yang lebih berpengalaman. Mereka akan beralasan untuk apa menggunakan jasa penulis yang belum memiliki karya jika ada yang berpengalaman.

Bagaimana jika kamu belum memiliki portofolio? Internet membuka peluang untuk membuat situs tempat kamu menerbitkan tulisan-tulisanmu. Jika kamu punya cukup uang, kamu bisa membeli layanan hosting dan domain untuk membangun situs pribadimu. Jika tidak punya cukup dana, kamu bisa menggunakan platform gratis seperti WordPress, Medium, atau Blogspot.

Blog itu akan menjadi etalase tulisanmu yang dapat kamu tunjukkan kepada calon klien.

3. Teruslah menulis di blogmu

Ketika kamu mendapat pekerjaan sebagai blogger lepas, teruslah menulis di blog pribadimu walaupun kamu tidak menggaji diri sendiri untuk menulisnya. Lewat blog pribadi kamu fokus untuk menumbuhkan komunitas serta menyajikan konten-konten yang sesuai dengan minat pengunjung.

Jika pengunjung blogmu cukup banyak dan konsisten mengikuti tulisan-tulisanmu, maka kamu dapat memikirkan strategi meraup penghasilan lewat blog itu sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Lewat blogmu, kamu bisa meraih penghasilan lewat iklan, menjual e-book, mengadakan kursus atau workshop atau produk-produk lainnya pada pembacamu.

4. Blog untuk klien yang kamu impikan

Saat kamu masih bekerja penuh waktu, salah satu bayangan tentang penulis lepas adalah menulis di pantai sambil menyeruput air kelapa muda. Saya tiba-tiba mengingat vila-vila di pinggir pantai yang eksklusif di Lombok, dan berangan-angan nikmatnya bekerja dari teras vila-vila berbahan kayu itu.

Oke, itu angan-angan kita soal para blogger freelance. Angan-angan lain di dalam pikiran saya adalah menulis sambil menyeruput capuccino di dalam sbuah kafe minimalis dengan interior ala Eropa.

POP…. Sepertinya itu gambaran yang terlalu ideal. Sejatinya, saat seorang penulis mendapatkan klien dengan permintaan yang sulit atau harus menulis blog yang bertolak belakang dengan minatnya, bekerja dari vila eksotis di Lombok tetap akan terasa menyedihkan.

Namun Betsy mendorong kita agar tidak membuang angan-angan itu. Kamu dapat mewujudkan angan-angan itu dengan pekerjaan yang sesuai dengan keinginanmu.

Kamu harus cermat saat memilih sebuah pekerjaan kerena saat kamu menyetujui sebuah proyek, maka semakin sempit ruang untuk mengerjakan proyek lain.

5. Cari klien tetap

Bagi pekerja lepas, waktu adalah uang. Setiap kali seorang freelancer mencari klien baru, ia harus menyediakan waktu dan bahkan dana untuk mengenal klien tersebut. Gaya dan harapan setiap klien berbeda.

Betsy menyarankan penulis lepas untuk mencari klien yang berpeluang memakai jasa penulisannya dalam waktu yang panjang sehingga penulis bisa memperoleh pendapatan yang tetap.

Kontrak kerja yang berlangsung lama selain menjamin keberlangsungan pendapatanmu, juga mengefisiensikan waktu mengingat kamu tidak perlu lagi memasarkan jasamu untuk mencari klien baru.

6. Mengetiklah dengan cepat

Sederhana, semakin cepat kamu mengetik maka semakin banyak tulisan blog yang kamu hasilkan dan semakin banyak uang yang kamu dapatkan. Jadi kalau kamu tidak bisa mengetik dengan cepat atau melakukan banyak salah ketik, kamu harus terus mengembangkan kecepatan mengetikmu agar lebih efisien.

Tom Ewer dari Leaving Work Behind mengatakan kecepatan mengetik adalah hal yang sepele, tapi bagi siapa saja yang ingin mendapat penghasilan dari menulis, mengetik cepst adalah investasi untuk bisnismu.

7. Blogging gratis

Menulis tanpa bayaran kerap menjadi perdebatan di antara penulis konten freelance. Betsy mengungkapkan, menulis blog gratis akan membantu kamu mendapatkan nama dan dikenal oleh calon klien potensial yang sanggup membayar jasamu dengan harga tinggi.

Seperti bisnis lainnya, para pedagang memberikan contoh gratis pada calon pembelinya. Kamu bisa menulis blog gratis di beberapa blog jurnalisme warga seperti Kompasiana atau konten khusus anak muda Hipwee. Di situ kamu bisa membuktikan diri sebagai penulis yang hebat tanpa harus mengemis pada klien agar kamu mendapatkan pekerjaan.

Blogger Alexis Grant mengatakan, menulis gratis membantu penulis mempromosikan namanya dan mengembangkan jaringan yang berisi orang-orang yang akan membayar sesuai dengan penawaran sepanjang sang penulis sanggup memaksimalkan kesempatan itu untuk meraih penghasilan.

8. Bersiaplah untuk menulis semakin banyak

Seperti yang saya katakan di atas, ngeblog dapat dilakukan sambil duduk di sofa tanpa busana. Ya, tapi ini bukan pekerjaan yang mudah. Jika kamu menganggapnya sebagai bisnis, kamu perlu bekerja keras untuk mendapatkan konsumen yang tertarik memakai jasamu.

Betsy mengatakan, penulis lepas yang menjalankan bisnis ini tak sesantai yang dibayangkan banyak orang. Carol Tice dari Make a Living Writing mengungkapkan, seorang blogger freelance harus bekerja setiap hari untuk mendapatkan penghasilan lewat menulis blog.

Dari pengalaman saya yang saya jalani, deadline membuat saya harus bekerja lebih lama ketimbang pekerja kantoran. Tak jarang saya harus bekerja di hari Minggu atau hari raya. Saya memang harus mengembangkan cara efektif dalam menulis namun saya menyadari menjalani pekerjaan sebagai seorang penulis freelance mengajari saya bagaimana caranya menjalankan sebuah bisnis di mana saya tidak lagi berpikir sebagai seorang pekerja melainkan pemilik usaha.

9. Saat waktunya tepat, naikkan hargamu

Pekerjaan pertamamu sebagai freelance blogger mungkin tak terlihat bonafit. Tapi hal itu wajar. Seiring dengan meningkatnya pengalamanmu sebagai penulis blog atau konten website dan klienmu puas dengan pekerjaan serta ingin terus menggunakan jasamu, maka itulah saatnya kamu menaikkan tarifmu.

Sebagai pekerja lepas, kamu tidak memiliki atasan yang memberikan bonus atau menentukan apakah sudah waktunya kamu mendapatkan kenaikan gaji. Segalanya tergantung padamu.

Kebanyakan penulis yang berpengalaman akan menaikkan harga jasanya setiap tahun, kecuali jika kondisi perekonomian secara umum lesu. Salah satu hal yang mendorong kamu menaikkan harga adalah dengan melihat kondisi inflasi nasional. Setiap tahun harga-harga umumnya mengalami kenaikan. Jika kamu tidak menaikkan tarif, maka dengan sendirinya kamu kehilangan uang.

10. Mulailah bergerak

Sebagai pemain baru kamu tidak akan tahu seberapa bagus dirimu. Kamu tidak memiliki banyak pengalaman dan kamu nyaris tak tahu apa yang akan kamu lakukan.

Betsy mengungkapkan, kalau kamu ingin menjadi penulis blog yang sukses, maka kamu harus meningkatkan keberanian dan mulai menjalankan bisnismu. “Satu hal yang pasti, karirmu sebagai penulis blog freelance tidak akan menghasilkan apa-apa kalau kamu tidak mulai dari suatu titik,” ujar Betsy.

Sophie Lizard dari Be a Freelance Blogger mengungkapkan, seperti bisnis lainnya, seorang penulis lepas yang menjual jasa penulisan konten web atau blog harus mengumumkan bahwa ia tengah menjalankan pekerjaan tersebut.

“Blogger yang malu mengungkapkan soal jasa penulisan blognya atau melamar ke lowongan penulisan konten seperti orang yang terlalu malu menelepon polisi atau rumah sakit saat ada orang yang luka parah tergeletak di depannya,” ujar Lizard.

Pelajaran yang bisa diambil:

Saya mengawali pekerjaan sebagai penulis konten freelance sejak tahun lalu saat mendapat pesanan dari teman kantor di Batam yang kini bekerja di Jakarta. Hingga saat ini saya masih menjalankan pekerjaannya dan saya bersyukur karena hal itu.

Namun, saya menyadari, saya tidak bisa terus bersandar pada pada pekerjaannya. Suatu saat ia akan datang dan mengabari bahwa ia tidak lagi menggunakan jasa saya.

Karena itu, sejak akhir bulan lalu saya memutuskan untuk menawarkan jasa penulisan konten web lewat situs pribadi dan situs kreatifmenulis.com yang saya bangun dua bulan lalu.

Seperti yang diungkapkan di atas, menjalankan bisnis freelance writing sama dengan bisnis pada umumnya. Saya perlu mencari-cari pelanggan dan saya perlu melakukan pemasaran. Saya juga harus banyak menulis blog di beberapa situs jurnalisme warga sebagi etalase karya-karyaku. Menjalani usaha ini tidak akan mudah, namun saya senang dengan tantangan yang akan membantuku berkembang dan mendapatkan pengalaman baru.

Iklan