photo-1436076863939-06870fe779c2

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah.

Begitu kata D’Masive di lagunya Jangan Menyerah. Sering dinyanyikan orang. Para pemuka agama juga sering mengajak umat untuk bersyukur.

Tapi seringkali saya pribadi kesulitan memaknai apa itu bersyukur. Apa yang ada, ya itu memang sudah ada. Tapi susah mensyukuri apa yang ada kalau itu sudah ada sejak lama, terus menerus sementara di tempat lain ada kawan yang hidupnya lebih baik di mata saya.

Apa yang ada tiba-tiba seperti menjadi tidak ada saat fokus kita pada apa yang tidak kita miliki. Kita melihat keberhasilan dan pencapaian orang lain, hati lalu menjadi cemburu, menyesali dan mengtuk mengapa diri sendiri tidak bisa mencapai hal yang sama.

Mengapa pekerjaan orang itu lebih baik padahal kami lulus bersama?

Mengapa di perusahaan itu dia mendapat gaji yang lebih banyak padaha bidang usaha dan pangkat kami sama?

Mengapa kawan itu sudah memiliki buah hati setelah menikah setahun sedangkan kami yang bertahun-tahun belum mendapatkan momongan?

Mengapa di usia 35 saya belum mendapatkan jodoh?

Kami sama-sama memulai usaha di bidang yang sama mengapa ia sudah bisa membangun rumah seperti istana sedangkan kami masih tinggal di rumah sederhana?

Mengapa teman itu bisa melanglang buana di berbagai belahan bumi sedangkan kami masih berkutat di belakang meja kerja dan hanya sesekali ke kampung halaman.

Mengapa, mengapa, dan masih banyak mengapa yang membuat apa yang kita miliki seakan sirna. Mata kita silap dengan apa yang tidak kita miliki. Dan hati kamu dan saya merasa baru bisa bersyukur kalau sudah memiliki dan mencapai apa yang telah dialami oleh orang lain.

Jika ada satu hal yang saya syukuri dalam kehidupan ini adalah menikah dengan orang Jawa. Dari Mira saya belajar bagaimana cara mensyukuri apa yang ada.

Caranya adalah, jika satu hal yang hilang, maka pikirkanlah apa yang masih ada. Dan syukurilah itu.

Atau, kalau satu hal tidak sesuai dengan rencana dan kehendak kita, lihat apa yang masih ada, dan syukurilah itu.

Misal: saya ingin pergi ke satu tempat menggunakan motor dan di tengah jalan hujan deras. Walau sudah pakai mantel, saya tetap basah kuyup. Sampai di lokasi saya mengeluh dan kesal karena basah dan dingin, tapi SYUKUR, saya masih bisa sampai dengan selamat.

Jika dalam perjalanan rombongan mengalami kecelakaan, kendaraan rusak parah tapi penumpang selamat dan hanya luka kecil, SYUKUR semua selamat.

Kasus yang lebih ekstrim, dalam sebuah kecelakaan, ada satu orang yang meninggal, tapi SYUKURLAH lima penumpang lain salamat.

Satu saat ada kerabat yang sakit dan butuh uang segera. Ternyata bantuan itu membuat keuangan keluarga cekak dan tak bisa lagi membeli lauk. Tapi SYUKUR, masih ada beras untuk makan, cuup nasi campur kecap.

Ketika ada orangtua yang sudah sakit parah, seperti Nenek dan Opa pada tahun ini, yang meninggal dunia. Sedih, tapi SYUKURLAH merek tidak perlu menderita lagi di dunia.

Filosofi Jawa yang dibawa Mira mengajari saya untuk mesyukuri apa yang kami miliki. Saya kadang menyesali tidak bisa menggapai hal-hal yang sebenarnya bisa saya kendalikan, Tapi filosofi seperti itu mendorong saya mulai fokus dengan apa yang ada saat ini.

Misalnya bekerja sebagai seorang freelancer kadang menimbulkan ketegangan karena jumlah pekerjaan yang fluktuatif dan klien baru yang tak kunjung diraih. Namun, saya memiliki cukup waktu untuk dinikmati bersama keluarga, menonton NCIS, CSI, dan House of Card di pagi hari, membaca, dan menulis di situs ini dan memperbaruhi situs Kreatif Menulis.

Tidak mudah untuk fokus dan puas dengan apa yang ada. Dunia selalu mendorong kita untuk selalu memenangkan persaingan, terus memanjat lebih tinggi dan semakin tinggi. Seakan-akan tidak ada tempat untuk kata ‘cukup’.

Sediakanlah waktu untuk bersyukur karena selain membawa kedamaian di jiwamu, penelitian menunjukkan ada manfaat kesehatan saat kamu merasa bersyukur. Forbes mencatat ada tujuh manfaat rasa syukur hasil kajian ilmiah:

1. Bersyukur membuka pintu untuk pertemanan baru.
Mengatakan ‘terima kasih’ ternyata tak sekedar menunjukkan sikap sopan, namun hal tersebut juga bisa menolongmu mendapatkan teman baru. Suatu kajian menyatakan berterima kasih pada kenalan baru akan mendorong mereka mencari kesempatan menjalin hubungan jangka panjang.

2. Bersyukur membantu tubuh lebih sehat.
Orang-orang yang kerap bersyukur lebih jarang mengalami rasa sakit dan nyeri dan menurut laporan Personality and Individual Differences, mereka merasa lebih sehat dari orang lain. Hal ini juga membuat mereka lebih merawat kesehatan, lebih sering berolahraga dan kerap melakukan cek kesehatan.

3. Secara psikologi, orang yang gemar bersyukur lebih sehat.
Bersyukur menurunkan racun-racun yang dipengaruhi emosi. Peneliti kebisaan bersyukur Robert A Emmons, Ph.D menyimpulkan rasa syukur secara efektif meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi depresi.

4. Kebiasaan bersyukur meningkatkan empati dan mengurangi sikap agresif.
Menurut penelitian Universitas Kentucky pada 2012, orang yang selalu bersyukur akan bersikap lebih tenang jika ada ada orang yang melakukan hal yang tidak menyenangkan. Dalam penelitian kepada sejumlah orang, mereka yang biasa bersyukur, kecil kemungkinan terpancing jika menerima perlakuan yang negatif. Sebaliknya mereka lebih mudah merasakan kesulitan orang lain dan tak mengejar balas dendam.

5. Orang yang kerap bersyukur bisa tidur lebih baik.
Tahun 2011 jurnal Applied Psychology : Health and Well-Being menerbitkan hasil penelitian yang menyatakan orang yang menjabarkan hal-hal yang ia syukuri hari itu membantu mereka tidur nyenyak. Luangkan waktumu 15 menit sebelum tidur untuk mendaftarkan hal-hal apa yang bisa membuatmu bersyukur, dan itu akan membantumu tidur lebih nyenyak dan lebih lama.

6. Rasa syukur dapat meningkatkan penghargaan pada diri sendiri.
Penelitian tahun 2014 yang terbit dalam Journal of Applied Sport Psychology menemukan, rasa syukur merupakan komponen penting untuk mencapai penampilan maksimal bagi para atlit. Kajian lain mengungkapkan, bersyukur akan menurunkan minat untuk membandingkan diri dengan orang lain. Ketimbang merasa iri terhadap orang-orang yang memiliki lebih banyak uang dan pekerjaan yang lebih baik (yang menurunkan penghargaan pada diri sendiri), orang-orang yang bersyukur cenderung menghargai pencapaian orang lain.

7. Bersyukur semakin memperkuat jiwamu
Selama bertahun-tahun, penelitian telah menunjukkan bahwa bersyukur tak hanya mengurangi stres, namun ia juga memainkan peranan besar dalam memulihkan luka dan trauma. Kajian tahun 2006 yang diterbitkan oleh jurnal Behavior Research and Theraphy menyebutkan, para veteran perang Vietnam yang memiliki tingkat rasa bersykur lebih tinggi mengalami gangguan stres pasca trauma yang lebih kecil. Sementara itu, penelitian tahun 2003 yang dimuat di Journal of Personality and Social Psychology menemukan, rasa syukur telah menjadi faktor penting yang menentukan tingkat ketabahan masyarakat Amerika Serikat menyusul serangan teror 11 September. Mengetahui semua hal yang bisa kamu syukuri, bahkan di saat terburuk sekalipun, bakal membuatmu semakin tabah saat menghadapi situasi buruk.

Kita semua punya banyak alasan untuk besyukur. Sama halnya, kita juga punya kesempatan dan kemapuan untuk bersyukur. Jika kamu merasa bosan dengan pekerjaanmu saat ini dan iri dengan pencapaian orang lain, ingatlah kalau saat ini ada seorang ayah yang berjuang kerja serabutan untuk memberi makan keluarganya. Ribuan pemuda masih mengadu nasib bersaing mencari pekerjaan.

Jika kamu mengeluh dengan pilihan hidupmu sebagai pekerja lepas, ingatlah bahwa banyak pekerja penuh waktu yang selalu merindukan ada nya waktu untuk bertemu dengan anak dan istrinya.

Jika kamu kesulitan dengan permintaan anakmu yang membuat kamu repot, ingatlah bahwa banyak pasangan lain yang bertahun-tahun merindukan hadirnya buah hati hasil pernikahan mereka.

Jika kamu kecewa karena sudah bertahun-tahun menantikan momongan namun tak kunjung mendapat anugerah itu, bersyukurlah karena paling tidak kamu masih memiliki suami atau istri yang menjadi tempatmu bersandar dan membagi suka duka. Jika kamu punya kesempatan, kamu bahkan bebas travling ke mana saja tanpa memikirkan bagaimana nanti mengurus anak kalau dibawa atau ditinggal.

Kalau kamu merasa tidak puas dengan makanan yang kamu makan, ingatlah bahwa di pojok lain di negeri ini masih ada keluarga yang makan hanya degan nasi, lima potong kecil kacang panjang, dan dua potong ikan asin berukuran ekstra mini.

Bersyukurlah kalau kamu masih punya beras dan kecap untuk disantap.

Bersyukurlah meski rumahmu kecil dan sangat sederhana, karena masih banyak keluarga yang kesulitan mencari tempat berteduh sehingga harus menggelandang.

Mari bersama-sama kita menghitung berkat yang Tuhan anugerahkan untuk kita, Ketimbang mengeluh dengan apa yang tidak kita miliki dan terus menjadi idaman, mari luangkan waktu untuk fokus pada apa yang kita miliki. Mengembangkan rasa syukur merupakan salah satu cara untuk merasa cukup, dan puas akan kehidupan ini.

Iklan