couch-1213103_1920

Dalam tiga bulan terakhir saya sibuk mengurus dua blog yang tengah saya bangun. Saya mengurusinya sembari belajar sejumlah teknik mengembangkan blog yang selama ini saya abaikan seperti SEO, lalu lintas blog, hingga teknik penulisan. Ketika saya sedang belajar itulah saya baru tahu ada yang namanya Hari Blogger Nasional yang dirayakan setiap tanggal 27 Oktober.

Ya, hari ini, ketika saya menerbitkan tulisan ini.

Saya memang tidak tahu ada hari khusus untuk para blogger karena sebelum serius mengembangkan blog, saya cukup jarang mengulik-ulik sesuatu yang berkaitan dengan bidang blogging.

Informasi Hari Blogger Nasional saya baca di salah satu blog top di Makassar daenggassing.com. Dalam postingannya kemarin, Daeng Ipul, sang penulis, menulis soal perayaan Hari Blogger Nasional.

Daeng Ipul sedih karena Hari Blogger tak lagi dirayakan dengan meriah. Paling tidak, Pesta Blogger yang kerap diadakan pada periode 2007-2010 kini tak lagi muncul.

Periode itu menjadi periode emas blogger Indonesia. Sejak 2011, perta blogger tak lagi dihelat. Selama 2011-2013 para blogger nusantara mengadakan pertemuan dalam skala yang lebih kecil dalam bentuk Kopdar Blogger Nusantara.

Pertemuan itu tidak sebesar Pesta Blogger namun tetap memberi kesan pada para blogger. Ipul menilai, menurunnya pamor blog saat itu karena arus media sosial tengah kencang-kencangnya.

Interaksi lewat media sosial memang menarik karena besarnya jumlah pengguna dan fasilitas berbagi menjadi lebih mudah. Media sosial membuat banyak orang malas menulis lebih panjang seperti di blog. Jika 140 karakter di Twitter bisa viral, mengapa harus menggunakan blog?

Namun Ipul melihat, blogging kembali menggeliat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak blogger-blogger baru yang bermunculan dengan posting yang mengundang banyak interaksi baik itu like, komentar, atau berbagi.

Salah satu yang mendorong munculnya blogger-blogger baru adalah adanya sisi bisnis yang bisa dikeruk dari kegiatan blogging. Sejumlah perusahaan maupun toko online kini mengincar blog-blog dengan interaksi sosial yang tinggi untuk mengiklankan produk mereka. Tawaran seperti itu rupanya menggiurkan banyak blogger.

Toko-toko online dan produkpun mendapat keuntungan dari endorse para blogger. Membayar blogger untuk mereview (baca: promosi) produk jauh lebih murah ketimbang biaya produksi yang dikeluarkan untuk iklan, meski mereka pasti juga memproduksi iklan di media massa atau lewat jasa Google maupun Facebook.

Berpromosi lewat blogger yang memiliki banyak pembaca setia atau pelanggan newsletter jelas menguntungkan produk karena mereka dapat mempengaruhi pembacanya untuk mencoba produk yang sama.

Persoalannya, blogger yang dibayar untuk melakukan review tentu memiliki beban moral. Review yang ia tuliskan mayoritas berisi hal positif tentang produk yang ia bahas. Besar kemungkinan ia tidak akan mengritik atau menulis kekeliruan produk itu.

Hal di atas menjadi salah satu contoh perubahan fungsi blog yang awalnya menjadi tempat curhat atau catatan harian menjadi ladang bisnis. Di bidang politik, blog menjadi tempat buzzer memengaruhi massa dunia maya atau menjelek-jelekkan lawan politik.

Hari Blogger Nasional Trending Topik Twitter, Di Mesin Pencari ?

Kembali pada tema Hari Blogger Nasional. Munculnya hari khusus untuk para blogger ini berlangsung pada Pesta Blogger 2007. Pembukaan Pesta Blogger pada 27 Juli 2007 itu kemudian menjadi tonggak awal perayaan Hari Blogger Nasional.

Pencanangan itu sendiri keluar dari mulut Muhammad Nuh, yang ketika itu menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika. (Iya, Muhammad Nuh yang juga mencetuskan Kurikulum 2013 yang membuat pontang panting banyak guru).

Nuh ketika itu diminta untuk membuka acara yang digagas oleh blogger seluruh Indonesia itu. Sejak itulah 27 Oktober kemudian diperingati sebagai Hari Blogger Nasional.

Secara nasional, perayaan Hari Blogger tidak lagi berlangsung dalam suatu pesta. Pesta kini berpindah ke media sosial melalui ucapan di Facebook dan Twitter. Namun sepopuler apakah perayaan Hari Blogger Nasional di dunia maya? Apakah saat ini orang ingin mengetahui perkembangan Hari Blogger Nasional yang ke sembilan ?

Twitter 27 Desember 2016

Di Twitter, hashtag #HariBloggerNasional nangkring sebagai trending topic di Indonesia. Memang, kebanyakan hanya berupa cuitan atau aji mumpung memasarkan dagangannya pada orang yang mencari topik Hari Blogger. Saya sendiri menggunakan hashtag tersebut untuk membagi tulisan Tips Membuat Blog dan 10 hal yang harus diperhatikan sebelum terjun sebagai freelance blogger.

Berbeda dengan di twitter, di mesin pencari tren pencarian Hari Blog Nasional cukup minim. Di KWFounder, data pencarian dengan kata kunci Hari Blog Nasional dalam 12 bulan terakhir tidak tercatat. Di Google Keyword Planner, maksimal per bulan pencarian soal Hari Blog Nasional hanya 1000 pencarian.

screen-shot-2016-10-27-at-3-14-07-pm
Google KeyPlanner

Satu hal yang disayangkan adalah Keyword Planner belum mencantumkan data Oktober 2016 karena mendekati tanggal 27 Oktober ini saya yakin pencarian tentang Hari Blog Nasional cukup tinggi. Kondisi yang sama juga sepertinya terjadi pada KWFounder.

screen-shot-2016-10-27-at-12-14-11-pm
KWFinder

Gambaran pencarian terkini mungkin bisa terlihat dari hasil analisa situs Buzzsumo. Dalam sebulan terakhir, hanya tiga tema Hari Blogger Nasional yang rajin di share di sosial media. Postingan daenggassing.com kemarin menjadi salah satu yang paling banyak mendapat share. Tulisan tersebut bahkan nangkiring di urutan kedua tema Hari Blogger Nasional dalam setahnu terakhir.

Hasil Buzzsumo mungkin tidak bisa menggambarkan secara umum bagimana popularitas dari Hari Blogger Nasional. Namun jika digabungkan dengan Keyword Planner, mungkin betul pencarian topik ini hany bekisar antara 100-1000 pencarian per bulannya.

screen-shot-2016-10-27-at-12-24-44-pm
Buzzsumo sebulan terakhir.
screen-shot-2016-10-27-at-12-26-34-pm
Bussumo setahun terakhir.

Tidak adanya perayaan khusus boleh jadi membuat pencarian tentang terkait Hari Blogger Nasional bukan hal yang populer. Bagi orang yang memang tidak mengetahui hari tersebut seperti saya sebelum ini, jelas tidak akan repot-repot mencari tentang hal itu.

Namun saya yakin, ada atau tidaknya perayaan Hari Blogger Nasional, para blogger Indonesia akan tetap produktif dan aktif entah blognya digunakan sebagai bentuk ekspresi kehidupan, mencari lomba blogging, atau sebagai wadah untuk pesan sponsor semata.

Saya sendiri, lewat tambahan pengetahuan tentang Hari Blog Nasional ini berharap bisa lebih dalam mempelajari penulisan di web, baik itu blog, konten editorial, ataupun konten pemasaran. Karena secara khusus saya tengah merintis usaha jasa penulisan konten, sehingga pengetahuan teknis umum seperti SEO atau traffic adalah hal yang perlu saya ketahui.

Meski demikian, sejak saya bekerja sebagai wartawan, menurut saya kualitas konten adalah hal utama sebelum mengoptimalkan isi blog atau konten situs web. Tanpa konten yang menarik, sebagus apapun SEO bahkan iklan yang anda pasang, pengunjung tidak akan berlama-lama menjelajah situs anda.

Blogger punya peran penting menjaga kesatuan bangsa

Blog kini menjadi media alternatif yang pamornya sanggup mengimbangi media arus utama. Banyak orang yang beranggapan media telah dikendalikan oleh pengusaha pemilik media, pengiklan, dan penguasa.

Pandangan itu membuat blog menjadi saluran informasi atau berita. Padahal 100 persen percaya pada blog bukan hal yang bijak. Peluang blog menulis peristiwa secara berat sebelah sangat besar. Belum lagi blog sangat dipengaruhi pandangan pribadi penulisnya dan menulis berita yang ia tulis belum tentu berasal dari sumber utama dan cenderung menjadi hoax.

Pada perayaan Hari Blog Nasional ke sembilan ini, saya mengajak pembaca untuk merayakannya dengan menyampaikan hal-hal yang menginspirasi lewat tulisan. Akhir-akhir ini pamor blog banyak dicemari oleh berita hoax yang sebenarnya hanya ingin meraup pendapatan iklan dari Google Adsense (itulah mengapa banyak situs hoax menggunakan domain blogspot.com ketimbang wordpress.com).

Semakin banyak tulisan positif (dan kritik membangun) yang muncul lewat blog maka pamor blog sebagai sumber inspirasi dan informasi berkualitas berpeluang mendepak informasi-informasi palsu yang merusak masyarakat dan memecah belah bangsa. Karena itu tepat sepertinya ketika Daeng Ipul dalam postingannya hari ini mengatakan blogger punya peran strategis dalam pembangunan nasional. Meski postingan tersebut santai dan tidak serius, namun di era kebebasan berbicara saat ini, blogger dan tulisan-tulisannya punya peran penting dalam kemajuan bangsa.

Selamat Hari Blogger Nasional

Iklan