sexual-harassment

Disclaimer:

1. Saya bukan penggemar dangdut koplo;

2. Saya pendukung PSM Makassar yang kesal Joko Driyono dan Tigor Shalom Boboy punya saham di Persija

Pelecehan yang dialami oleh Via Vallen memang harus diberi perhatian serius. Pencitraan atau tidak, hal yang sama bisa jadi banyak terjadi di jagat hiburan tanah air. Banyak hal yang dianggap lucu-lucuan yang sebenarnya masuk ranah pelecehan.

Namun, secara pribadi, saya juga menyayangkan cukup banyak media resmi (mainstream) yang menyebut nama si pesepakbola dalam pemberitaan.

Memang ada kata ‘diduga’, kata sakti yang sering sama maknanya dengan ‘oknum’ atau ‘konon’. Kata-kata khas yang dipakai untuk menyebutkan keadaan atau menunjuk orang yang belum pasti terlibat, padahal media masih meraba-raba.

Nama sang pesepakbola terlanjur menyebar di media mainstream. Namun, hingga saat ini, secara resmi Via Vallen belum memastikan siapa si pesepakbola itu.

Oke, DP instagram yang tidak tercoret sempurna itu menujukkan lengan kiri yang sama dengan DP milik si pemain. Tapi apakah itu memang dia? Belum tentu. Bisa saja si Aco Mesek yang bikin seperti itu dan men DM Via Vallen.

Sudah terlalu sering banyak media mainstream mengandalkan kata netizen yang wujudnya sendiri tidak jelas. Mengambil kesimpulan dari keributan di medsos yang mungkin disebar oleh seorang yang punya 1000 ponsel murah buatan cina di kamar kosnya. Selain itu, ada juga yang menulis berita karena sendawa Mbah Midjan di twitter.

Saya berharap, pertama: kasus ini bukan pencitraan belaka dan Via Vallen berani dan serius membawa kasus ini ke ranah hukum. Karena dengan begitu, kasus ini nyata dan kita tahu siapa pesepakbola yang memintanya bernyanyi sambil berpakaian seksi itu. Saya yakin banyak yang akan mendukung langkah ini dan yang lebih penting, bisa jadi banyak korban lain dari dunia hiburan yang terbuka soal pelecehan yang pernah mereka alami.

Kedua, saya berharap media mainstream tidak menulis nama berdasarkan hasil duga-duga netizen demi meraup klik. Lakukanlah investigasi sendiri untuk menemukan siapa orang itu. Saya bukan ahli IT, tapi mungkin media tidak bisa menulis berita berdasarkan (misal) hacker yang dia sewa dan menembus server instagram untuk memastikan siapa peleceh itu, karena akan melanggar hukum. Namun, dengan banyaknya orang pandai di dalam media, pasti ada cara lain untuk menemukannya secara legal.

Iklan