166053747_afp_fbl-wc-2018-egy-training_trans_nvbqzqnjv4bqi7bozxnj3oxp56yxj5cwujqckstfpo-1ltjjow8lsoq

Dunia menanti apakah pelatih Mesir Hector Raul Cuper akan menurunkan Mohamed Salah di pertandingan pertama timnya melawan Uruguay di Yekaterinburg hari Jumat (15/6/2018). Penantian ini bahkan lebih membuat penasaran ketimbang menanti laga pembukaan antara tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi.

Kebugaran Salah menjadi salah satu perhatian utama menjelang Piala Dunia. Publik Mesir dan pencinta sepakbola berharap, Salah cepat pulih pasca cedera bahu di final Liga Champions akhir Mei lalu.

Salah sangat diharapkan menjadi kunci bagi permainan Mesir saat menantang Uruguay. Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah Salah dapat mengulangi kegemilangannya musim lalu saat menyumbang 44 gol untuk Liverpool di semua kompetisi.

Kemenangan di pertandingan pertama bakal menjadi kemenangan pertama Mesir di Piala Dunia sekaligus membuka peluang Salah dan kawan-kawan lolos ke fase gugur.

Meski fokus dunia kini terarah pada Salah, Cuper menegaskan timnya bukan hanya mantan pemain AS Roma itu. “Kami bukan tim nasional Mohamed Salah, tim ini punya banyak pemain yang saling bekerja sama untuk meraih hasil yang terbaik,” kata Cuper seperti dilansir dari laman espn.com.

“Mesir beruntung karena pada generasi ini kami memiliki salah satu pemain terbaik di dunia, namun taktik kami tidak dibangun untuk Salah,” terang Cuper.

Meski mantan pelatih Valencia itu telah menegaskan kalau timnya tak hanya bergantung pada Salah, indikasi yang yampak tak seperti itu.

Sepanjang musim lalu, baik di Liverpool maupun Mesir, Salah menjadi penentu bagi timnya. Jika Salah tak main, seperti saat Liverpool bertandang ke kandang Everton, The Reds kesulitan mencetak gol. Ketika Salah dimatikan, seperti yang dilakukan Roma dan Madrid, Liverpool kesulitan mengembangkan serangan.

Di Mesir, catatan lima gol yang dikumpulkan Salah selama babak kualifikasi adalah yang tertinggi dibanding pemain lainnya. Tanpa Salah, Mesir tak hanya kehilangan sumber gol. Mereka juga kehabisan motivasi.

Berkaca dari catatan itu, sulit bagi Cuper untuk meninggalkan Salah saat melawan Uruguay. Sebaliknya, tak aneh lagi jika pelatih Uruguay Oscar Tabarez memainkan strategi untuk mematikan pergerakan Salah sepanjang pertandingan.

Sejauh ini persiapan Uruguay menjelang Piala Dunia jauh dari riak dan drama. Tabarez dengan tenang menyusun strateginya menghadapi pertandingan pertama.

Persiapan Uruguay menuju Rusia ditutup dengan kemenangan 3-0 atas Uzbekistan di laga pemanasan. Seluruh pemain mereka termasuk duet Edinson Cavani dan Luis Suarez dalam kondisi siap tempur.

Uruguay punya prestasi yang bagus di babak penyisihan grup dalam dua edisi Piala Dunia terakhir dengan lolos ke babak 16 besar. Meski punya sejarah apik, Uruguay tak ingin menganggap Mesir sebagai lawan yang remeh.

“Kami saat ini menghadapi tantangan utama untuk memenangkan pertandingan melawan Mesir. Itu hal yang paling penting dan saat ini ada di dalam kepala kami,” kata kapten Uruguay Diego Godin dikutip dari Four Four Two.

Partai antara Mesir dan Uruguay tak cuma ditunggu oleh penduduk kedua negara. Dunia menantikan apakah Salah bisa membawa Mesir lepas dari jerat pertandingan pertama, atau justru Cavani dan Suarez yang akan menambah koleksi gol internasional mereka.

Iklan