Mana yang lebih asyik, menulis di Quora atau Medium ?

Saya belum lama berinteraksi di Quora, meski sudah bertahun-tahun punya akunnya. Namun saya melihat kesamaan utama Quora dan Medium adalah fungsinya untuk berbagi wawasan, terutama dalam bentuk tulisan yang bisa dilengkapi dengan multimedia lainnya.

Hal yang berbeda dari kedua platform ini adalah asal mula ide tulisannya. Di Quora, ide tulisan berasal dari pertanyaan-pertanyaan warganet. Sementara itu di Medium, layaknya menulis blog, penulislah yang menentukan topik apa yang akan ia tulis di blognya.

Keduanya dapat saling melengkapi. Menjawab pertanyaan di Quora bisa berdasarkan referensi dari Medium (dan tentunya sumber lain). Sebaliknya, penulis blog di Medium, dapat menggunakan Quora sebagai bahan risetnya.

Khusus soal Medium, ia pada dasarnya sama dengan platform blog pada umumnya. Kalau mau spesifik sama dengan platform wordpress (dot) com, di mana kita membuat blog secara gratis, bahkan menyematkan alamat situs (domain) pada blog Medium.

Namun, secara khusus Medium menawarkan tampilan putih bersih. Tidak seperti WordPress (dot com) yang tampilannya bisa disesuaikan dengan keingingan pemilik.

Website milik saya yang dibangun di platform WordPress dot com sebagai contoh. Saya atur dengan tema putih, namun masih menampilkan side bar di sisi kanan, sehingga tulisannya tidak berada di tengah.

Sebelumnya, saya menggunakan tampilan kombinasi warna krem dan merah. Semua situs berbasis WordPress (dot com maupun dot org), bisa diubah temanya.

Medium sendiri tegas hanya menggunakan tampilan putih. Bagi sebagian pembaca atau blogger, mungkin tampilan itu membosankan. Namun menurut Medium tampilan putih itu agar para penulis lebih fokus untuk menulis ketimbang memikirkan hal lain seperti tema, ekstensi, atau plugin.

Konten

Pada dasarnya baik di Quora maupun Medium, penulis bisa menulis apa saja. Namun tentu jika meresahkan pembacanya, pengelola kedua platform bisa melakukan tindakan pada konten yang bermasalah. Itulah sebabnya di kedua platform ada fasilitas lapor konten.

Medium sendiri memiliki tim yang memoderasi konten terutama yang berbahasa Inggris. Mereka akan memoderasi mana konten yang bisa dipromosikan ke banyak pembaca atau tidak.

Penulis yang berasal dari negara non-English memiliki kelebihan jika mampu menerbitkan tulisan berbahasa Inggris di Medium. Peluang untuk mendapatkan pembaca jauh lebih besar karena komunitas pengguna Medium mayoritas berbahasa Inggris.

Selain itu, banyak publikasi internasional yang berbasis Medium akan memberi tawaran untuk menulis artikel dan membayar untuk artikel itu.

Namun, tulisan berbahasa Inggris juga paling mudah dipangkas oleh para moderator Medium yang berpatokan ada aturan konten mereka. Konten yang mengandung ujaran kebencian, pelecehan, ancaman, dan larangan lainnya bisa mendapat peringatan atau bahkan diturunkan jika kedapatan melanggar.

Misalkan, artikel berbahasa Inggris yang mengandung promosi atau iklan akan mendapat peringatan moderator Medium, namun untuk artikel bahasa Indonesia, peringatan itu bisa berlaku jika artikel mendapat laporan dari pengguna.

Monetisasi

Berbeda dengan Medium yang cukup sigap memoderasi konten-konten terutama berbahasa Inggris, di Quora, penulis bisa mempromosikan produk dan layanannya dalam jawaban yang ia tulis. Banyak jawaban pertanyaan dalam Quora versi English yang mencantumkan link layanan menuju ke situs web atau afiliasi marketplace. Hal ini dilakukan karena menulis di Quora sendiri tidak menghasilkan uang. Tapi dengan memberikan jawaban yang relevan, terutama terhadap pertanyaan-pertanyaan populer, peluang untuk menarik calon konsumen akan lebih besar.

Sementara Medium saat ini membuat satu sistem bernama Medium Partner Program (MPP), di mana penulis bisa mendapatkan uang dari tulisannya. Caranya adalah dengan mendistribusikan uang langganan bulanan dari keanggotaan (membership) pembaca Medium.

Sederhananya, pembaca Medium akan membayar membership sebesar 5 US Dolar per bulan. Jika tidak membayar, pembaca non member hanya mendapat kesempatan membaca 3 penulis MPP yang di artikelnya terdapat tanda bintang.

Jika seorang member membaca 10 artikel MPP dalam sebulan, maka masing-masing artikel mendapat sumbangan sebesar 0,5 USD dari si member itu.

Bagaimana jika seorang member hanya membaca 2 artikel MPP dalam sebulan? Maka tiap artikel akan mendapat 2,5 USD dalam sebulan. Tinggal dijumlahkan saja nantinya dengan member lain yang membaca artikel tersebut. Dari statistik, mayoritas penulis Medium mendapat antara 0-100 USD, walaupun ada juga yang katanya mampu mendapat penghasilan di atas 10.000 USD dari artikel di Medium.

Menjadi anggota MPP sebenarnya mudah jika kamu memiliki akun Stripe. Itu adalah alat pembayaran online seperti Paypal atau Payoneer.

Sayangnya, membuat akun Stripe tidak semudah membuat Paypal yang hanya butuh email dan kartu kredit asli atau virtual. Stripe sangat tegas dengan lokasi operasionalnya. Saat ini ia hanya hadir di 39 negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Australia. Sementara Indonesia yang ada di antara ketiganya tidak termasuk.

Beberapa tutorial menyebutkan pendaftaran Stripe bisa dilakukan jika kamu punya Payoneer (ini dapatnya mudah). Kamu akan terdaftar di Stripe Amerika Serikat, namun kamu satu saat akan diminta konfirmasi apakah bekerja atau sebagai karyawan di perusahaan Amerika. Rumit tapi jika kamu googling dan mau repot ada banyak panduan di internet untuk mendaftar.

Selain itu, peluang mendapat uang dari Medium sangat besar jika kamu menulis artikel dalam bahasa Inggris. Medium akan memoderasi tulisan dalam bahasa Inggris dan akan memutuskan apakah akan mendistibusikannya atau tidak. Jika tulisanmu masuk dalam distribusi atau promo Medium, tulisanmu berpeluang lebih banyak dibaca member.

Ingat, member Medium kebanyakan adalah pembaca yang mengonsumsi artikel dalam bahasa Inggris. Dan, mereka bersedia untuk membayar 5 US Dolar per bulan untuk mendapat tulisan-tulisan berkualitas di Medium.

Leave a Comment

%d bloggers like this: