Mengingat Rani, Putri Amazon yang akrab dengan aneka reptil ganas

Tahun lalu, saya berkenalan dengan Dylan Maharani. Ia seorang balita yang berbeda dari umumnya.

Rani, begitu ia biasa dipanggil, punya kegemaran bermain dengan reptil. Dan Reptil mainannya bukan reptil biasa yang terlihat lucu.

Dalam kesehariannya, Rani bermain dengan anak buaya dan ular sanca atau piton.

Saat vidionya viral, ia diundang beberapa stasiun TV nasional untuk tampil dengan buaya dan sanca kesayangannya. Indosiar, Trans TV, dan Trans 7 sempat mengundang Rani untuk tampil.

Saya sendiri tahu Rani dari pamannya Agus, yang mengarahkan saya pada ayahnya Rani, Adi. Dari perkenalan itu, Adi mengirimi saya bebeberapa vidio Rani yang berinteraksi dengan aneka hewan. Saya kemudian mengirim vidio-vidio tersebut ke agensi menyebarkannya ke berbagai media mitra.

Berikut vidio-vidio tersebut:

Rani dan ular sanca kesayangannya


Bersama anak buaya di sawah

 

Di lain waktu Rani mengajak temannya bermain dengan sanca sepanjang 4,5 meter di perkebunan tebu

Di lain waktu, Rani menikmati makanan di sebuah restoran sambil ditemani sang anak buaya yang terus menatapnya

Vidio-vidio tersebut membuat Rani masuk ke berbagai website dan tayangan televisi di dunia. Situs web seperti Daily Mail di Inggris dan New York Post di Amerika Serikat memuat vidio Rani berinteraksi dengan aneka reptil yang ganas itu.

Reaksi di luar negeri beragam. Sebagai negara maju dengan masyarakat modern terutama dalam pola pengasuhan anak, banyak yang mengecam orangtua Rani karena membiarkan anaknya bermain dengan reptil ganas. Ada yang bilang tunggu waktu gadis kecil itu akan menjadi makanan.

Beberapa memuji keberanian unik Rani yang tidak takut dengan reptil-reptil itu. Ada juga yang mengingatkan perbedaan pola asuh dan budaya antar negara, sehingga mereka tidak bisa menghakimi Rani dengan pola pikir masyarakat modern di barat.

Dari semua vidio itu, nama Rani melejit setelah vidionya mandi dan menyikat gigi buaya terbit di media internasional.

Belakangan, tidak ada lagi vidio Rani yang naik ke media internasional. Saya pernah mengirimkan vidio soal setahun sejak terkenal di internet Rani masih bermain dengan sanca, namun tidak ada reaksi dari media internasional. Tidak ada yang melisensi vidionya. Mungkin mereka juga sudah jenuh, atau ada berita dan tren lain yang lebih layak untuk dinaikkan.

Meski begitu, Rani pernah tercatat dalam sejarah kecil di konten internet dunia sebagai putri Amazon yang akrab dan dengan hewan kesayangannya dan memancing ribuan reaksi berbeda lewat aksinya itu.

Leave a Comment

%d bloggers like this: